...... masih pada senja yang sama saat matahari sembunyi dibalik bongkahan yang kita sebut batu bocah-bocah kecil menerbangkan mimpi-mimpinya dan bertaruh dengan yang lain dalam pola tingkah sederhana diwaktu yang sama pula, angin datang dengan lembut dihidupkan dengan alunan ombak yang menggericik ketika mengehempas bebatuan aaahhh... asamu tergambar jelas disetiap rumput pantai yang bergoyang juga pasir yang bertaburan ingatkah kau, disitu kala kita dulu menerbangkan mimpi-mimpi kita iya 'kita' sebelum kata 'kita' berubah menjadi kau dan aku burung-burung datang membawa rasa murung setelah senja sembunyi dibalik batu dan kau hilang dijalan yang kau sebut buntu -9sep2017-senjaindie-
Postingan populer dari blog ini
Aku ..
. Aku yang selalu memperhatikanmu, lebih dari setengah waktuku di sekolah tanpa kau pernah sadari Aku yang selalu membantumu di setiap keadaan tanpa kau pernah mengerti Aku pula yang selalu mendo’akanmu di sela hidupku tanpa kau pernah peduli. Rasa rasa itu, rindu rindu itu, tetap saja percuma dan selalu sia-sia. Meski sebenarnya aku tak pernah begitu kecewa padamu. Senyummu dan keceriaanmu sanggup mengobarkan semangat hidupku. Bagiku tak penting adanya cinta, apabila cinta itu hanya tentang kebahagiaan, melihatmu saja aku sudah bahagia. Jakarta, 9 Oktober 2017
Detik itu ..
Detik itu, engkau lepaskan gengamanmu. Detik itu kau membuat ragaku seolah runtuh. Detik itu pula, kau untuk kali pertamanya berjalan di depanku tanpa melihat aku di blakangmu, Tak seperti cerita selalu ada kata di balik perpisahan atau bahkan pelukan, Pikiranku kacau, hatiku hancur. Membiarkanmu pergi , membawa jutaan rasa dan setengah dari asa ku asa yang pernah kau jadikan tempatmu bersandar menepi dari kesedihan Pergilah, aku akan teruskan perjalanan ini walau memang terasa pincang Detik detik itu, kau hapus semua cerita tentang kita, iya kita .. Detik itu . . . . . tepat lima tahun yang lalu A...
Komentar
Posting Komentar